REVIEW BUKU METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

 

REVIEW BUKU METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

BAB 11 POPULASI DAN SAMPEL

 

Mata Kuliah Metedologi Penelitian Anak Usia Dinii

DOSEN PENGAMPU : USWATUN HASANAH, M.Pd

 

 

 

 

DISUSUN OLEH

ENDAH DWI ASTUTI (180130005)

KELAS B

 

 

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

TAHUN AKADEMIK 2020/2021

 

 

 

Judul buku    : METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF DAN R&D

Penulis            : Prof. Dr. Sugiyono

Penerbit          : ALFABETA, cv

Tahun Terbit : 2011

ISBN               : 979-8433-64-0

 

METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

BAB 11 POPULASI DAN SAMPEL

 

A.    Pengertian  

Dalam melakukan sebuah penelitian terdapat dua perbedaan antara populasi dan sample yaitu  penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, yaitu populasi yang bisa diartikan sebagai wilayah generelasi atau bisa juga kita pahami sebagai objek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian bisa diambil kesimpulanya. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi itu sendiri. Contoh dari populasi misalnya penduduk di wilayah tertentu, jumlah pegawai pada suatu organisasi tertentu, jumlah murid dan guru yang berada pada suatu lingkungan sekolah dan lain sebagainya. Dalam sebuah penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi Spradley menamakan social situation atau bisa diartikan kedalam 3 elemen yaitu: tempat (place), pelaku (actors), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis dalam melakukan situasi sosial. Contoh situasi sosial terdapat di rumah berserta dengan keluarganya dan segala aktivitasnya yang dilakukan dalam lingkungan tersebut, atau orang-orang yang sedang mengobrol dipinggir jalan, atau ditempat kerja, di kota atau di desa dengan suatu wilayah negara tertentu. Inti dari situasi sosial ini adalah kegiatan yang ingin diketahui ”apa yang terjadi” didalamnya. Dalam situasi sosial atau objek penelitian ini peneliti dapat mengamati secara mendalam terhadap aktivitas, orang-orang yang terlibat, serta ada ditempat mana kejadian tersebut terjadi. Tetapi pada penelitian kualitatif bukan semata-mata pada situasi sosial yang terdiri dari 3 elemen tadi tetapi bisa juga peristiwa alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, kendaraan dan sejenisnya. Jadi seorang peneliti harus bida beradaptasi terhadap objek yang ada dihadapanya, baik mengamati tumbuh-tumbuhan tertentu, kinerja mesin, menelusuri rusaknya alam,  adalah merupakan proses penelitian kualitatif.

Dalam hal penelitian kualitatif tidak menggunakan populasi, karena penelitian tersebut berangkat dari kasus yang ada pada situasi sosial yang dihadapinya pada saat itu. Hasil kajian atau pembahasan yang telah dilakukan tidak akan diberlakukan ke populasi tetapi bisa dimodifikasikan ketempat lain yang memiliki kesamaan sosial pada tempat tertentu yang sebelumnya sudah di pelajari. Dalam sampel penelitian kualitatif juga bukan disebut sample statisik, tetapi malah disebut sampel teoritis karena tujuan penelitian kualitatif yang menghasilkan teori. Penelitian ini bisa dilakukan berangkat dari populasi tertentu, tetapi karena keterbatasan tenaga, waktu, dan fikiran maka penelitian yang dilakukan bisa dilakukan dengan mengambil sampel yang dijadikan objek untuk dipelajari atau sebagai sumber data. Pengambilan sampel bisa dilakukan secara random kemudian bisa digenerelisasikan ke populasi dimana sempel tadi diambil.

Ketika seorang melakukan penelitian kualitatif, peneliti memasuki situasi sosial tertetu dan mencari informasi dengan melakukan wawancara, dan observasi kepada orang-orang yang dianggap  tahu tentang situasi sosial tersebut. Menentukan sumbur yang akan kita wawancari dapat dilakukan dengan cara purposive, yaitu dipilih dengan cara pertimbangan dan tujuan tertentu. Hasil penelitian dengan meode kualitatif ini hanya berlaku untuk situasi sosial tersebut seperti peristiwa alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, kendaraan dan sejenisnya. Kemudian hasil penelitian tersebut bisa diiterapkan dalam situasi sosial di tempat lain apabila terjadi kemiripan atau kesamaan  dengan situasi sosial yang diteliti.

B.     Teknik Pengambilan Sampel

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam suatu penelitian. Terdapat berbagai macam teknik sampling yang bisa digunakan. Tetapi pada dasarnya teknik sampling dapat dikelompokka menjadi dua yaitu, Probability Sampling dan Nonprobability Sampling. Probability Sampling meliputi simpel random, proportionate stratified random, disproportionate stratified, dan area random. Nonprobability Sampling meliputi, sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, sampling jenuh, dan snowball sampling.

1.      Probability Sampling

Adalah teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel yang memberikan pluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi, simple random sampling, proportionate stratified  random, sampling area (cluster) sampling (sampling menurut daerah).

2.      Nonprobability Sampling

Adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang  atau kesempatan bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel. Teknik sampel ini meliputi sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, sampling jenuh, dan snowball sampling.

Dalam penelitian kualitatif teknik sampling yang sering digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Yang dimaksud pertimbangan tertentu ini misalnya orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia menjadi pemimpin dalam suatu obyek situasi sosial yang kita teliti. snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data, yang awalnya jumlahnya sedikit, lama-lama akan menjadi besar. Hal ini bisa terjadi kareana semisal kita belum puas akan sumber data dari orang yang kita tuju, kita bisa mencari data dari orang lain yang pada akhirnya sumber data yang didapatkan semakin besar. Linclon dan Guba (1985) mengemukakan bahwa “penentuan teknik sampel dalam penelitian kualitatif (naturalistik) sangat berbeda dengan penentuan sempel dalam penelitian konvensional (kuantitatif). Dalam hal ini penentuan sempel penelitian kualitatif tidak didasarkan pada perhitungan statustik. Sampel dipilih berfungsi untuk mendapatkan informasi yang maksimum, bukanya untuk diambil kesimpulanya secara umum.

Jadi penentuan sampel dalam penelitian kualitatif dilakukan saat peneliti sudah memasuki lapangan atau situasi sosial selama penelitian itu berlangsung. Dengan cara peneliti memilih orang tertentu yang telah dipertimbangkan sebelumnya yang akan memberikan data yang diperlukan oleh peneliti. Selanjutnya dari data atau informasi yang telah peneliti dapatkan maka bisa menetapkan sampel lainya yang bisa jadi lebih lengkap. Dalam memilih sampel mana yang akan diambil peneliti S. Nasution (1988) menjelaskan bahwa penentuan responden ini dianggap telah memadai apabila telah memadai dan beada ditaraf “redundancy” (datanya telah jenuh, ditambah sampel tidak memberikan inforamsi yang baru), artinya bahwa dengan menggunakan responden selajutnya boleh dikatakan tidak lagi diperoleh tambahan informasi baru yang berarti.

Dalam proposal penelitian kualitatif, sampel sumber data yang dikemukakan bersifat sementara. Namun demikian pembuat proposal perlu menyebutkan siapa-siapa yang kemungkinan akan digunakan menjadi sumber data. Misalnya akan meneliti kepala sekolah maka besar kemungkinan yang akan di gunakan yaitu wakil kepala sekolah, para siswa atau guru-guru yang mengajar dalam lingkungan sekolah tersebut. Jika kita membuka satu informan maka infomasi yang lainya bisa dapatkan lebih lagi, apalagi jika kita sudah mengetahui situasi sosial yang terjadi. Sanafiah Faisal (1990) menyatakan bahwa sampel sebagai sumber data harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. Mereka yang mengusai atau memahami sesuatu melalui proses, sehingga sesuatu yang diketahui itu bukanya hanya tahu tapi menghayati

2 .Mereka yang tergolong atau masih berkecimpung atau terlibat dalam kegiatan yang tengah diteliti

3. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasinya hasil “kemasanya” sendiri

4. Mereka yang pada mulanya tergolong “cikup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber.

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa penambahan sampel dihentikan ketika datanya sudaj jenuh atau tidak ada penambahan informasi lagi. Bila pemilihan informan benar-benar subyek mengusai situasi sosial yang terjadi maka suatu keberuntungan bagi peneliti, karena tidak memerlukan sampel apapun lagi. Jadi dalam penelitian kualitatif yaitu tuntasnya pemerolehan data atau informasi dengan keragaman variasi yang ada, bukan banyaknya sampel atau sumber data.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TABEL PERBEDAAN ANTARA PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF